Minggu, 15 Februari 2015

Video capture

Video capture

Isi

Proses

Proses pengambilan video melibatkan beberapa langkah pengolahan. Pertama sinyal analog yang didigitalkan oleh konverter analog-ke-digital untuk menghasilkan baku, aliran data digital. Dalam kasus video komposit , yang luminance dan chrominance kemudian dipisahkan; ini tidak diperlukan untuk S-Video sumber. Selanjutnya, chrominance yang didemodulasi untuk menghasilkan data perbedaan warna video. Pada titik ini, data dapat dimodifikasi sehingga dapat menyesuaikan kecerahan, kontras, saturasi dan hue. Akhirnya, data tersebut diubah oleh ruang warna converter untuk menghasilkan data kesesuaian dengan salah satu dari beberapa standar ruang warna, seperti RGB dan YCbCr . Bersama-sama, langkah-langkah ini merupakan encoding video, karena mereka "encode" format video analog seperti NTSC atau PAL .
Sirkuit elektronik khusus yang diperlukan untuk menangkap video dari sumber video analog. Pada tingkat sistem fungsi ini biasanya dilakukan oleh berdedikasi kartu video capture . Kartu tersebut sering memanfaatkan decoder video sirkuit terpadu untuk melaksanakan proses decoding video.

Gunakan media lain

Pada 1990-an, dan terutama dengan munculnya peningkatan kemampuan penyimpanan data, videogame mulai memasukkan video. Ini bisa baik menggunakan yang sudah ada motion video penuh , atau khusus bertindak dan dicatat bluescreen kerja, yang kemudian bisa berubah menjadi sprite.
sumber : http://en.wikipedia.org/wiki/Video_capture 

Jumat, 13 Februari 2015

Memahami Aperture & Depth of Field

Memahami Aperture & Depth of Field

Setiap kali berbicara tentang fotografi dan kamera, kata-kata aperture serta depth of field akan sering sekali keluar. Nah dalam artikel ini belfot akan mencoba membantu anda memahami aperture dan depth of field sehingga cukup jelas bagi pemula.

Memahami Aperture

Definisi aperture adalah ukuran seberapa besar lensa terbuka (bukaan lensa) saat kita mengambil foto.
Saat kita memencet tombol shutter, lubang di depan sensor kamera kita akan membuka, nah setting aperture-lah yang menentukan seberapa besar lubang ini terbuka. Semakin besar lubang terbuka, makin banyak jumlah cahaya yang akan masuk terbaca oleh sensor.
Aperture atau bukaan dinyatakan dalam satuan f-stop. Sering kita membaca istilah bukaan/aperture 5.6, dalam bahasa fotografi yang lebih resmi bisa dinyatakan sebagai f/5.6. Seperti diungkap diatas, fungsi utama aperture adalah sebagai pengendali seberapa besar lubang didepan sensor terbuka. Semakin kecil angka f-stop berarti semakin besar lubang ini terbuka (dan semakin banyak volume cahaya yang masuk) serta sebaliknya, semakin besar angka f-stop semakin kecil lubang terbuka.
apertureJadi dalam kenyataannya, setting aperture f/2.8 berarti bukaan yang jauh lebih besar dibandingkaan setting f/22 misalnya (anda akan sering menemukan istilah fully open jika mendengar obrolan fotografer). Jadi bukaan lebar berarti makin kecil angka f-nya dan bukaan sempit berarti makin besar angka f-nya.

Memahami Depth of Field

Depth of field – DOF, adalah ukuran seberapa jauh bidang fokus dalam foto. Depth of Field (DOF) yang lebar berarti sebagian besar obyek foto (dari obyek terdekat dari kamera sampai obyek terjauh) akan terlihat tajam dan fokus. Sementara DOF yang sempit (shallow) berarti hanya bagian obyek pada titik tertentu saja yang tajam sementara sisanya akan blur/ tidak fokus.
PICT0235_mdUntuk mendapatkan DOF yang lebar gunakan setting aperture yang kecil, misalkan f-22 (makin kecil aperture makin luas jarak fokus) – lihat contoh foto diatas. Sementara untuk mendapat DOF yang sempit, gunakan aperture sebesar mungkin, misal f/2.8 – lihat contoh foto dibawah.
PICT0236_mdKonsep Depth of Field ini akan banyak berguna terutama dalam fotografi portrait dan fotografi makro, namun sebenarnya semua spesialisasi akan membutuhkannya.

memahami diafragma,ISO dan shutter speed

Diafrgma
Diafragma (en:diaphragm) adalah komponen dari lensa yang berfungsi mengatur intensitas cahaya yang masuk ke kamera. Diafragma lensa biasanya membentuk lubang mirip lingkaran atau segi tertentu. Ia terbentuk dari sejumlah lembaran logam (umumnya 5, 7, atau 8 lembar) yang dapat diatur untuk mengubah ukuran lubang (disebut tingkap) (en:aperture) dimana cahaya akan lewat.

ISO

Memahami Konsep ISO

Secara definisi ISO adalah ukuran tingkat sensifitas sensor kamera terhadap cahaya. Semakin tinggi setting ISO kita maka semakin sensitif sensor terhada cahaya.
Untuk mendapatkan gambaran yang jelas tentang setting ISO di kamera kita (ASA dalam kasus fotografi film), coba bayangkan mengenai sebuah komunitas lebah.
  • Sebuah ISO adalah sebuah lebah pekerja. Jika kamera saya set di ISO 100, artinya saya memiliki 100 lebah pekerja.
  • Dan jika kamera saya set di ISO 200 artinya saya memiliki 200 lebah pekerja.
    Secara garis besar:
    • Saat kita menambah setting ISO dari 100 ke 200 (dalam aperture yang selalu konstan – kita kunci aperture di f/3.5 atau melalui mode Aperture Priority – A atau Av), kita mempersingkat waktu yang dibutuhkan dalam pembuatan sebuah foto di sensor kamera kita sampai separuhnya (2 kali lebih cepat), dari shutter speed 1/125 ke 1/250 detik.
    • Saat kita menambah lagi ISO ke 400, kita memangkas waktu pembuatan foto sampai separuhnya lagi: 1/500 detik.
    • Setiap kali mempersingkat waktu esksposur sebanyak separuh, kita namakan menaikkan esksposur sebesar 1 stop.


      Shutter Speed
      Secara definisi, shutter speed adalah rentang waktu saat shutter di kamera anda terbuka. Secara lebih mudah, shutter speed berarti waktu dimana sensor kita ‘melihat’ subyek yang akan kita foto. Gampangnya shutter speed adalah waktu antara kita memencet tombol shutter di kamera sampai tombol ini kembali ke posisi semula.

brosur blc telkom



tgl 14 febuari 2015





cara membuat spanduk

1. Siapkan software Photoshop kamu versi apa saja....disini aku pake Adobe Photoshop 
    CS3 

2. Buka Software...seperti biasa double klik ja iconnya....
3. Selanjutnya akan terlihat halaman kosong seperti dibawah ini



4. Buat file baru untuk spanduk kamu, dari menu ...File - New 
5. Buat ukuran spanduk kamu, misalnya : 1 x 2 meter, contoh seperti di bawah in...Ok..



6. Beri Baground atau dasar warna spanduk kamu..File - Place - Enter



7. Klik kanan pada layer Baground, pilih di Rasterize Layer biar bisa di edit




8. Buat Tex yang akan kamu masukkan...dari tool (T), contoh "BAKSO ANAK MEDAN   
    MANTAP" beri style teks kamu melalui bagian bawah layer yaitu yang icon "fx"...pilih 
    Blending Option


9. Ikuti ja style nya dengan memberi tanda centang atau klik pada stylenya dan masukkan
    nilainya pada bagian sebelah kanan seperti gambar dibawah ini

10. Masukkan gambar Baksonya dari File - Place, jgn lupa di Rasterize Layer
11. Tambahkan shape atau bentuk untuk mempercantik sedikit ...di Rasterize Layer juga ya.

(

12. Tambahkan Teks diatas shape tersebut

13. Simpan kerjaan kamu (Ctrl + S) kasih nama mis SPANDUK BAKSO
      untuk contoh file di atas download disini atau File - Save As (Shift+Ctrl+S) untuk format
       JPEG atau TIFF  
14. Biasanya percetakan menerima file jadinya dalam bentuk JPEG atau (JPG), TIFF
15. Kalo menyimpan dalam format JPG, Quality pilih 12 maximum lalu Ok.
16. Untuk TIFF juga bisa tapi kapasitasnya akan sangat besar jadi cocok untuk Brosur.
17. Untuk jaga-jaga coba bawa dua format penyimpanan yaitu file asli (psd) dan JPEG, 
       atau TIFF
  
18. Bawa ke tempat Digital Printing atau Percetakan
19. Selesai..
sumber : http://anakmedanmantap.blogspot.com/2014/08/cara-buat-spandukbaliho-sederhana-di.html

Rabu, 11 Februari 2015

Cara Menghilangkan Dan Membersihkan Jamur Pada Lensa Kamera

tgl 11 febuari 2015


Cara Menghilangkan Dan Membersihkan Jamur Pada Lensa Kamera

Lensakamera.net – Dalam bahasan kali ini akan dijelaskan mengenai cara menghilangkan dan membersihkan jamur pada lensa kamera dslr baik merk canon, nikon serta merk lainnya dengan menggunakan beberapa metode alternatif mulai dari cara paling sederhana hingga ekstrim.
Membersihkan jamur pada lensa kamera
Cara membersihkan jamur pada lensa kamera (gambar: bhphotovideo.com)
Mencegah lebih baik dari pada mengobati, sebuah kutipan yang juga ada benarnya (baca:Tips merawat lensa agar tidak jamuran atau cara membuat drybox sendiri). Kenapa? karena lensa yang telah jamuran lalu kemudian dibersihkan (apalagi dengan menggunakan cara ekstrim “cairan keras”) akan mengikis atau menghapus elemen “coating” sebagai penyaring cahaya yang masuk, akibatnya akan mengurangi kualitas lensa seperti tingkat ketajaman, warna dan lain sebagainya.

Kembali lagi ke pokok bahasan, untuk membersihkan jamur pada lensa yang sudah terlanjur tumbuh dan berkembang ada beberapa cara yang dapat dilakukan. Dalam hal ini saya membaginya kedalam beberapa kategori:

1. Jamur ringan
Dalam kategori ini jamur terdapat pada bagian optik luar lensa (baik bagian depan atau belakang) yang dapat langsung dijangkau/dilakukan pembersihan dengan tanpa harus membongkar elemen lensa. Pada tahap ini umumnya umur jamur belum menahun, jadi bisa dibilang masih berupa bakal jamur berupa bintik-bintik dan belum melebar menjadi satu kesatuan jamur yang lebih besar.

Solusi:
Pada tahapan ini jamur dapat dibersihkan dengan cairan pembersih lensa yang banyak dijual ditoko-toko aksesoris kamera. Gunakan kain paling lembut dan bertekstur halus, gosok perlahan dan optik lensa jangan ditekan terlalu keras karena dapat menyebabkan baret halus. Ulangi hingga jamur benar-benar hilang dan lensa kembali bersih. Setelah benar-benar bersih gunakan kertas tisu lensa sebagai proses finishing untuk mengangkat sisa-sisa debu, minyak dan lembab bekas goresan tangan saat proses pembersihan.

2. Jamur Berat
Dalam kategori ini bakal-bakal jamur mulai menyatu menjadi satu kesatuan, berukuran relatif lebih besar hingga menutupi seluruh optik pada lensa. Dalam kasus ini biasanya jamur telah berusia bulanan atau bahkan tahunan akibat dari akumulasi pembiaran dari bibit-bibit jamur tanpa segera dilakukan pembersihan. Umumnya juga posisi jamur terletak pada elemen optik lensa bagian dalam yang tidak dapat secara langsung dilakukan pembersihan karena harus melakukan pembongkaran pada elemen lensa yang berarti juga harus memahami tehnik dalam bongkar pasang lensa.

Pada tahap terparah terkadang ditemukan juga elemen optik lensa yang telah terlihat menyerupai kabut (fog) terutama pada optik bagian dalam yang terdiri atas beberapa elemen lensa yang digabungkan menjadi satu bagian dengan proses pengeleman.

Solusi:
Jika optik yang terkena jamur berada di bagian dalam lensa, mau tidak mau harus dilakukan pembongkaran/melepas elemen lensa (catatan: Anda harus memahami tehnik bongkar pasang lensa) sebelum dilakukan pembersihan. Gunakan buku panduan/manual lensa yang dapt dicari di internet atau dapat mengunjungi kategori Service pada halaman lain blog ini.

Untuk Fog atau lensa berkabut menurut penjelasan teknisi yang biasa menangani perbaikan dan pembersihan lensa (cuci lensa) di daerah Pasar Baru Jakpus disebabkan karena pemuaian dari lem yang digunakan untuk menggabungkan antara 2 elemen atau lebih pada optik lensa, solusinya eleman-elemen optik lensa yang menyatu tersebut harus terlebih dahulu dipisahkan antara bagian yang satu dengan yang lainnya. Salah satu cara yang juga terlihat sedikit ekstrim yaitu direbus dengan suhu tertentu hingga metode-metode alternatif lainnya.

Setelah elemen lensa yang terserang jamur dibongkar anda dapat membersihkannya dengan metode berikut:

1. Penyinaran ultraviolet (UV)
Penyinaran cahaya ultraviolet ke dalam lensa akan mencegah timbulnya jamur, soal seberapa baik dan berapa lama penyinaran belum pasti. Rumusnya cukup sederhana yaitu dengan meletakkan lensa yang terkena jamur ditempat kering dan menghadap jendela yang langsung dimasuki sinar matahari, pasang penutup belakang lensa (caps). Informasi dari beberapa forum-forum fotografi luar negeri dengan menggunakan metode diatas dan dilakukan selama beberapa bulan terdapat pengurangan subtansial pada jamur lensa.

2. Membersihkan dengan alkohol.
Dengan cara sederhana yaitu menggunakan alhohol 70% keatas sebagai bahan pembersih, dan dioleskan pada optik lensa yang terkena jamur dengan menggunakan cotton bud atau pembersih telinga. Lakukan berulang hingga jamur bersih.

3. Campuran bahan kimiawi.
Dengan menggunakan bahan:
1. Hidrogen Peroksida
Bisa didapatkan di toko-toko bahan kimia. Persentase tertinggi/murni lebih baik. Pengalaman beli di tahun 2014 seharga 30 ribu perliter yang berkadar 70%.

2. Amonia.
Bisa didapatkan juga di toko-toko bahan kimia. Biasanya tidak dijual literan tapi harus beli satu jerigen ukuran besar kalau tidak salah diatas 10 liter.

3. Air mineral.
Bisa menggunakan air mineral kemasan.

Cara menggunakan:
Campurkan bahan berupa Hidrogen Peroksida dan amonia dengan perbandingan 50 -50. Gunakan masing-masing bahan secukupnya saja atau sekali pakai menyesuaikan kebutuhan lensa yang akan dibersihkan. Jadi ketika ingin digunakan baru dilakukan pencampuran kembali. Setelah kedua bahan tercampur oleskan pada optik lensa yang terkena jamur dengan bantuan cotton bud/pembersih telinga, diamkan beberapa saat hingga terlihat jamur mencair/terlepas. Ulangi hingga jamur benar-benar bersih. Setelah bersih gunakan air mineral untuk membilas optik lensa yang telah dibersihkan dengan campuran kedua bahan tadi.

Catatan:
1.Kedua bahan tersebut merupakan bahan keras dan berbau menyengat. Hindarai terkena kulit karena dapat menyebabkan kulit terbakar. Pastikan menggunakan sarung tangan karet sebagai pengaman.
2. Kami berusaha memberikan informasi seakurat mungkin, namun segala akibat dan resiko yang ditimbulkan ditanggung sendiri oleh anda. Kami tidak bertanggung jawab atas akibat yang ditimbulkan.
3. Jika anda ragu dan tidak yakin dengan kemampuan anda, sebaiknya silahkan bawa lensa kamera yang jamuran ke tempat-tempat servis resmi (baca: daftar tempat servis kamera nikon dan canon) atau bengkel kamera kepercayaan anda.

hasil praktek fotografi